Langsung ke konten utama

Menikmati Blog Baru

Setelah galau dengan blog yang lama (celotehnyaiyoth), akhirnya aku putuskan buat mencoba beralih membuka lembaran blog baru ini. dhy_lecious, aku pilih jadi nama blogku kali ini. Alasannya, lucu aja menggabungkan nama panggilanku dan sebuah kata dalam bahasa Ingris, delicious, yang artinya enak. dengan harapan, adanya blog ini bisa bikin sesuatu yang enak buat dibaca_atau kata lainnya di blog ini bisa menemukan sesuatu yang enak buat dibaca. find more dhy_lecious (delicious)! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi Mahasiswa Harus Mau Kerja Keras

Judulnya agak gimana gitu yah, semacam tulisan gede-gede yang biasanya ada di spanduk-spanduk pinggir jalan yang isinya promosi mau ada seminar motivasi. Cukup menjual setidaknya untuk dibaca kalangan teman yang tentu saja dipaksa baca haha. Sebagai mahasiswa senior (karena kelamaan gak lulus :'( udah kayak sekolah SD), sudah banyak banget cobaan sebagai mahasiswa yang dilalui. Okeh kalau kata "cobaan" kesannya terlalu lebay, tapi keukeuh gak mau aku ganti jadi kata yang lebih halus karena gak nemu kata penggantinya. Mau dari mana dulu nih ceritanya? Semua mahasiswa tua pasih pernah donk ngalamin jadi MaBa alias mahasiswa baru? Coba inget-inget deh gimana rasanya? Hina banget yah haha.. Kamu bakal gak merasa hina mungkin karena dapet gebetan di akhir ospek, bisa temen sekelompok atau beruntungnya adalah senior clink. Tapi seberat apapun cobaan ketika jadi MaBa tentulah belum apa-apa karena yang dihadapi masih sesama mahasiswa juga, yang mungkin bakal kamu temukan l...

nulis skripsi gak segampang nulis status facebook

okeh, kita mulai postingan kali ini dengan judul sedikit nyindir. nyindir diri sendiri sih lebih tepatnya. sehari kamu bisa update status di facebook berapa kali? sejam ini udah ngetweet berapa kali? kemudian jari jemari mulai digerakkan, mata memincing mulai menghitung. damn! gak sebanding sama jari-jarinya bergerak buat ngetik revisian. lebih kreatif di dunia maya dari pada kreatif di dunia nyata. hello! status facebook sama twit-twit kamu gak bikin kamu jadi sarjana, ody!! kadang suka pengen teriak gitu deh.. mana coba? mana coba hasil revisiannya? hahaha *ketawa miris*

Belajar dari Perubahan *)

Apa beda jaman dulu dan sekarang? Banyakkah yang berbeda dari jaman dulu dan sekarang? Hmm, sepertinya tidak perlu diurai satu-satu sudah bisa tergambar. Tidak perlu jauh-jauh membedakan jaman sekarang dan jaman perjuangan, cukup membandingkan jaman sekarang dengan masa sepuluh tahun yang lalu juga sudah cukup. Coba mengambil satu sample saja, tentang bahasa. Jadi ingin bercerita sedikit kejadian yang baru kualami kemarin sore (21/06/10). Dalam perjalanan pulang menggunakan angkot, kutemui sebuah pemandangan yang begitu menarik perhatianku. Seorang ibu bercakap-cakap dengan anak lelakinya yang kira-kira berusia 5 tahun dengan menggunakan bahasa Jawa krama alus. Bukan sepatah dua patah kata, tapi semua kalimat. Terlihat jelas dari celotehan si Bocah yang cukup cerewet dan banyak bertanya kepada ibunya. “Mak, astone gatel kenang wulu-wulu” atau “Deneng mboten teng Moro, Mak?” Dan lain sebagainya, yang ditanggapi si Ibu dengan bahasa Jawa Krama juga. Ini membuatku terbengong...